Mimpi..

Mimpi ataupun cita-cita merupakan kata yang sering dicetuskan oleh para anak muda yang baru saja memulai hidupnya, baik yang baru lulus dari kuliah, maupun yang memasuki dunia kerja atau wirausaha. Aku yakin, semua pembaca blog ini juga pasti memiliki mimpi ataupun pernah memiliki mimpi. Mimpi mempunyai mobil BMW, mimpi mempunyai perusahaan sendiri maupun mimpi mempunyai keluarga yang bahagia.

Dalam posting ini, izinkan saya yang baru saja memasuki usia 30 di tahun ini untuk membagi sedikit isi pikiran tentang mimpi ini. Mimpi biasanya akan berafiliasi dengan target, yakni langkah real yang harus dilakukan untuk mendekatkan diri pada mimpi itu. Target ini juga yang membedakan antara pengejar mimpi dan sekedar pemimpi. Tanpa target, mimpi hanyalah omong kosong, hanya omong belaka. Akan tetapi, sama sekali tidak mempunyai mimpi justru yang paling berbahaya.

Di tengah hiruk pikuk media sosial ini, mudah sekali bagi kita untuk terjebak ke dalam mimpi orang lain. Anda bermimpi menjadi pengusaha sukses, sedang menabung modal, tapi kemudian tergiur dengan posting teman-teman yang sering ke Starbucks. Atau anda mimpi menjadi peternak, tapi kemudian justru terpana pada foto teman yang sedang business trip ke negeri eropa dan merasa malu menjadi peternak. Banyak hal yang dapat menggoyahkan mimpi anda dan bahkan membuat kita lupa pada cita-cita kita sendiri. Namun kita harus ingat, manusia tidak diciptakan sama, dan masing-masing mempunyai caranya sendiri untuk memenuhi kebahagiaan hidupnya.

Salah satu hal berbahaya yang dapat menjerumuskan mimpi anda adalah rutinitas kerja. Mimpi ibarat mercusuar yang dapat memberikan cahaya di saat mengarungi hidup yang penuh gelombang ini. Tanpa itu, anda bisa terjebak ke dalam pusaran tanpa akhir di tempat anda bekerja. Setiap tempat bekerja pasti punya target mereka masing-masing dan itu bukan sesuatu yang buruk.  Namun, jangan sampai kita terjebak pada target itu dan semua pikiran anda terkonsumsi untuk memikirkan hal tersebut. Di sini lah mercusuar tersebut akan mampu menjaga anda agar tidak terseret pusaran pekerjaan.

Tapi bagaimana jika anda sudah terlanjur terseret pusaran tersebut dan baru saja menyadari mimpi anda lagi? Mungkin anda harus melepaskan jangkar, meninggalkan masa lalu dan siap berlayar menuju mimpi anda yang tertunda…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *