Ramadhan Penuh Kesan

Lebaran telah tiba dan bulan Ramadhan baru saja berlalu. Cukup banyak hal yang terjadi padaku di bulan Ramadhan kemarin. Diawali dengan kabar baik sekaligus buruk dari Surabaya. Yakni adikku yang nomer 2 akhirnya keterima kerja di sebuah BUMN setelah hampir setahun masih belum jodoh dengan perusahaan yang dilamar. Tapi kabar ini datang bersamaan dengan adikku yang nomer 3 sakit liver setelah kecapekan mengerjakan tugas akhirnya sebagai seorang calon arsitek.Bulan Ramadhan ini kemudian berlanjut dengan bulatnya tekadku untuk melunasi tanggungan ayahku pada om-ku di Jakarta. Butuh waktu lumayan lama sebenarnya untuk membulatkan tekadku ini, karena nominalnya memang lumayan besar.

Namun aku merasa ditegur dan diingatkan masalah tanggungan ini saat asuransi mobilku kemarin bermasalah. Dan Alhamdulillah, om ku ini ternyata sangat baik. Dia merelakan tanggungan ayahku ke dia, dan dia memintaku untuk menggunakan uang itu untuk membayar tanggungan ayahku ke saudara yang lain (yup, masih ada 2 saudara lagi dengan nominal yang sama). Memang, secara finansial, om saya ini sangat berkecukupan karena saat ini dia menjabat sebagai manajer di salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Lega sekali rasanya setelah om-ku mengatakan hal itu, karena selama ini aku selalu sungkan dengan om ku karena tahu keluargaku masih punya tanggungan. Semoga Allah membalas kebaikanmu om πŸ™‚

Dan walaupun tabungan berkurang drastis, akhirnya tanggungan ayahku ke saudaraku tersisa satu saja, Alhamdulillah ^^ Tapi.. Masih ada tanggungan lain yang harus diselesaikan di teman ayahku yang jumlahnya 4 kali nominal tadi ^^;; Semoga adik-adikku segera bekerja sehingga aku bisa lebih tenang dalam mencari jodoh *halah*.

Tapi kesan Ramadhan kali ini tidak berhenti di situ. Dalam keadaan yang sangat kesepian karena baru ditinggal teman sekamar saat di Korea, suatu malam datang kabar buruk yang benar-benar membuatku lemas dan ingin menangis di tempat. Salah satu blogku yang paling menghasilkan di banned dari Google Adsense karena ada posting yang dianggap melanggar copyright. Rasanya hati benar-benar mencelos dan butuh seseorang untuk dijadikan pegangan. Jika kasus yang ini anggapannya sebuah tunas yang mulai tumbuh di injak, kali ini yang kena tebang adalah pohon yang sudah berbuah lebat.

Setelah meratap sedih cukup lama, akhirnya aku mulai mengumpulkan semangat lagi. Memikirkan berbagai skenario terburuk sambil menguatkan hati. Mungkin ini teguran dari Allah agar aku lebih berpijak ke tanah sekaligus menambah ibadahku. Dan keesokan harinya, sepulang dari kantor dengan hati yang lebih tenang, aku mulai merevisi blogku dan menyiapkan appeal-ku agar Google melepas ban. Setelah merasa semua mantab, akhirnya aku men-submit appealku. Sembari menunggu keputusan appeal, aku memulai persiapan plan B ku jika appealnya gagal. Blueprint rencana mulai dibuat dan nama untuk situs baruku sudah kusiapkan. Anehnya, hal ini seakan-akan mengobarkan semangat blogging-ku yang sudah sangat redup ini. Mungkin kabar kemarin memaksaku keluar dari zona nyamanku sekaligus melecut kreatifitas yang mulai terpendam kemalasan.

Setelah 2 hari penuh deg-degan, akhirnya datang juga email dari Google. Sedikit takut untuk membuka email itu, karena sebelum ini sudah pernah mendapat email dengan subyek yang sama, tapi hasilnya ditolak. Β Tapi Alhamdulillah, kali ini Google mengabulkan appealku. Aku cuma bisa berpikir ini mungkin teguran dari Allah agar aku selalu rendah hati. Apapun itu, semoga semangat dan kerendahan hati ini terus meresap dan berkobar di diriku πŸ™‚

2 Comments

  1. “Semoga adik-adikku segera bekerja sehingga aku bisa lebih tenang dalam mencari jodoh *halah*.”

    Amiiiiiiinnnnnn πŸ˜€

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *