Thanks..

Baru hari ini aku mengeluh panjang lebar karena rasa jenuh dan bosan. Dan tak disangka, hari ini pula aku menemukan secercah cahaya baru dan motivasi. Hal ini bermula ketika setelah hampir setahun aku membuka Google Reader untuk mengecek feed dari sebuah blog. Saat itu, aku tergelitik untuk mengecek beberapa unread post dari teman-teman blogger yang sudah aku subscribe. Dan akhirnya, aku menghabiskan waktu istirahat soreku untuk membaca posting-posting blog Poe dan Awan. Keduanya adalah mantan penulis di DetEksi Jawa Pos, yang notabene adalah kantorku sampai 2 tahun lalu. Tulisan mereka sangat menggelitik. Terutama bagiku yang saat ini merasa kehilangan motivasi dan tujuan.

Dari tulisan Poe, aku melihat sosok orang yang penuh dengan konflik -dengan dirinya sendiri maupun orang lain- dan mampu menuangkannya dengan indah dan berani pada tulisan di blognya. Wajar saja, justru karena sifatnya yang egois dan seenaknya sendiri itu, dia salah seorang penulis yang mempunyai karakter di DetEksi. Setelah membaca tulisannya, aku sadar seharusnya aku harus lebih berani, baik dalam menulis maupun kehidupan lainnya. Dan aku juga tahu bahwa yang mempunyai banyak masalah bukan hanya aku seorang (tapi dia juga hehehe..).

Sedangkan dari tulisan Awan, aku jadi merindukan sosok kawan yang penuh percaya diri, narsis, suka menggoda cewek namun juga mempunyai cita-cita yang tinggi. Salah satu sosok unik dari teman DetEksiku. Dari blog Awan ini aku menyadari bahwa saat aku diam, orang lain tidak akan ikut diam, tapi terus melaju menggapai cita-citanya masing-masing. Dari sini aku semakin menyadari apa yang hilang dari kehidupanku sekarang ini. Aku membutuhkan seorang rival!

Aku adalah seseorang yang dari kecil tidak mau dan tidak suka kalah. Walaupun sebagian orang mengatakan ini sifat anak kecil, tapi bagiku justru hal inilah yang menurutku mampu mendorongku mengeluarkan segenap kemampuan dan memberikan motivasi untuk mencapai hal-hal yang kuimpikan.

Kompetisi, hal ini yang aku rasa hilang dari kehidupanku sekarang. Aku mencintai kompetisi, itulah sebabnya aku lebih menyukai sepak bola daripada jogging. Karena di dalam sepak bola terdapat kalah menang. Memang, hidup lebih dari sekedar kalah menang, tetapi jika tidak terdapat kalah menang, hidup tidak akan terasa hidup.

Akan tetapi, seiring dengan semakin bercabangnya hidup, tidak mudah mencari rival yang sesuai. Semua orang punya cabang olahraga dan kompetisi masing-masing. Tentunya tidak adil jika kamu mencari rival orang yang berkecimpung di dunia minyak sedangkan kamu sendiri bekerja di sini 😉

Ah, entah kenapa hari ini semua mengalir begitu cepat dan jari yang malas ini begitu luwes mengetik. Tapi, sepertinya sudah waktunya cabut dari kantor. Mau potong rambut sih rencananya hehehe.. Mengenai cita-cita dan rival yang sesuai untukku, akan aku bahas pada sesi yang lain 😉

But before that, thanks guys, your blogs give me a new motivation and make my minds clear 🙂 Ciao!

7 Comments

  1. mas semangat……
    never say 2 die….
    dnt give up
    😀 salam kenal sobat

  2. jangan boring mas’e
    hidup ini indah mas….:-)

  3. huahahahha….tak kusangka blogku mbok woco….
    eh, tapi aku mau protes. kamu itu mau muji or ngetrek2 aku???
    I quote your writings : “Wajar saja, justru karena sifatnya yang egois dan seenaknya sendiri itu, dia salah seorang penulis yang mempunyai karakter di DetEksi.”
    BaH!!!

  4. aliefmaksum /

    Hahaha, kan aku cuma bilang apa adanya poe ^_^ (anggap aja pujian deh wkwkwkwk)

  5. Hello
    http://www.carolinascreenwriters.com/ – generic zolpidem
    The dose of Ambien should be individualized on the conditions of the patient.
    cheap ambien
    Other Sedating drugs should be withheld.
    ambien zolpidem

    It has also an anticonvulsant and muscle relaxant properties.

  6. OK good to see- useful comments are always helpful! Peace.

  7. Awesome photos! I love the post so much! xoxo

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *